BANDUNG--The Union of NGOs of The Islamic World (UNIW) telah sukses menggelar The 3rd International Youth Moslem Gathering (Pertemuan Pemuda Islam Internasional Ketiga) di Jakarta, Depok, dan Bandung pada 17-24 Januari 2010. Pertemuan yang dihadiri oleh 150 peserta dari 22 negara itu, akhirnya menghasilkan 9 butir deklarasi. Deklarasi tersebut, akan di serahkan oleh seluruh peserta ke pemerintah asal negara mereka masing-masing.
‘’Setelah melalui diskusi yang panjang dengan ratusan permasalahan, akhirnya kami merumuskan 9 deklarasi dalam pertemuan pemuda muslim internasional ini,’’ ujar Ketua Salam UI sekaligus deklarator yang membacakan deklarasi mewakili 21 negara lain, Achmad Setiabudi, kepada Republika, Sabtu (23/1).
Isi dari deklarasi itu, kata Achmad, pertama menyatakan umat Islam sebagai satu kebangsaan (The Muslims are one nation). Kedua, Hak asasi dan kebebasan pendidikan tanpa membedakan etnik, RAS, jender dan bahasa (The right of just and free education without any kinds of discrimination based on ethnicity, race, gender and language). Ketiga, Meningkatkan empati, bekerja sama dan berkoordinasi di antara seluruh Negara muslim (Emphasize the necessity of full coorperation and coordination among the muslim contries).
Deklarasi keempat, sambung dia, mengembangkan model sistem pendidikan baru termasuk model alternatif yang berdasarkan pada prinsip Islam sebagai jawaban yang baik untuk antologi, epistomologi, dan krisis metodologi menghadapi moderenisasi dan budaya barat. Itu semua, berawal dari konferensi pemuda muslim (Developing a new kind of education system including alternatives modal based on Islamic principles that is the best answer to ontological, epistemological and methodological crisis that started with modernity and westernization at the consciousness of muslim youth).
Deklarasi kelima, kata dia, saling mengintegrasikan keuntungan pendidikan di antara Negara muslim dalam bidang penelitian, teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di antaranya dengan program pertukaran pelajar, beasiswa, seminar internasional, olimpiade ilmu pengetahuan untuk pemuda muslim. (integration of Islamic values in education, research, and technology for the best quality of education with programs student exchange, scholarship, international symposium, muslim youth international science Olympic).
Deklarasi keenam, menurut Ahmad, sangat penting mengambil bagian dalam pengembangan kebijakan politik baru dari pemerintah di negara islam untuk kemajuan organisasi pemuda yang aktif mengikuti kebijakan. (Emphasize importance of developing new policies of the governments in Islamic countries to develop youth organization to take active roles). Deklarasi ketujuh, hentikan infasi di Palestina, Irak, Afganistan dan Nogarno Karabagh. Dan juga mencari solusi untuk menyelasaikan konflik di Yaman, Darfur, Kasmir, Moro, Somalia, Patani dan Cecnya.
Kedelapan, sambung Achmad, hentikan diskriminasi dan pobia terhadap islam, kebijakan politik yang tidak berpihak pada komunitas islam di Negara-negara barat. Meminta, pemerintah Negara barat untuk mengambil tindakan yang rasional menghentikan situasi ini (Stop discrimination and islamphobic activities, politics, and manners against muslim communities in the western world. It Demands western governments to take reasonable actions for ending thi situation).
Deklarasi terakhir, kata dia, menjadikan perempuan sebagai pendidikan pertama umat. Mengadvokasi untuk menjamin hak asasi perempuan, dari propaganda media masa yang menyatakan perempuan sebagai ibu rumah tangga memiliki kedudukan rendah di masyarakat. Harus menjaring kerja sama dengan organisasi wanita internasional, untuk pendidikan perempuan yang lebih baik. Memberikan pelatihan kewirausahaan untuk perempuan yang membutuhkan dan memberikan dukungan dalam kehidupan keluarga, memberikan beasiswa untuk perempuan agar bisa meningkatkan perannya di keluarga sehingga lebih berkualitas. (Women as the first school of ummah: Advocacy for guaranteeing woman right, mass media propaganda for role of woman at family have smallest entity on civilization, women NGO’s networking to better education for woman, entrepreneurship training for addressing woman needs and supports family life, scholarship for women to improve the family life quality).
‘’Permasalahan umat Islam di dunia, dari hasil konferensi sebenarnya banyak. Namun, untuk deklarasi kami mengerucutkan menjadi sembilan persoalan,’’ tegas Achmad.
Saat diskusi untuk merumuskan permasalahan umat Islam di dunia, kata Achmad, pihaknya membagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, Negara yang mayoritas pendidikan di negaranya baik. Kelompok kedua, Negara yang pendidikannya masih sulit dan kelompok ketiga yang pendidikannya sedang. Dari hasil diskusi itu, ada dua persoalan yang bisa disimpulkan.
Yaitu, kata Achmad, permasalahan paling besar yang dihadapi umat Islam di dunia rata-rata mengenai aksebilitas sekolah yang masih mahal sehingga sulit dijangkau oleh umat islam. Kedua, mengenai kualitas atau isi pendidikan. Rata-rata, umat Islam masih menggunakan kurikulum sekuler padahal seharusnya kurikulum islam mulai diterapkan.
‘’Pendidikan di hampir semua negara muslim jarang memperhatikan masalah spiritual dan moral. Padahal, pendidikan seharusnya mengandung nilai-nilai Islami,’’ katanya.
Menurut Achmad, deklarasi ini akan diberikan pada pemerintah di semua negara peserta yang hadir dalam pertemuan pemuda Islam internasional ini. Khsusu di Indonesia, deklarasi akan diberikan pada presiden, menteri pendidikan dan menteri luar negeri.
‘’Kami berharap, semua poin deklarasi bisa dijadikan bahan masukan semua pemerintah negara Islam dalam mengambil kebijakan,’’ ujarnya.
Nb :
Akh achmad adalah ketua LDK SALAM UI Periode 2009/2010
FSLDK diwakilkan oleh beberapa LDK yang ikut agenda tersebut.
Semoga ini menjadi langkah untuk berkontribusi bagi DUNIA ISLAM
untuk rekan-rekan yang hadir kami ucapakan banyak terimakasih
Kamis, 28 Januari 2010
Selasa, 14 April 2009
Catatan PMKH 09
Diposkan oleh
Andi Takdir
Merupan sebuah kebahagiaan atas keikut sertaannya saya di PELATIHAN MANAJEMEN KECERDASAN HOLISTIK MAHASISWA TINGKAT NASIONAL 09 tangga 24-26 Ramadhan 09 di hotel Grand Palace.....sesungguhnya banyak diantara kita saat ini yang salah persepsi tentang kecerdasan......sehingga mahasiswa umumnya tidak memiliki mind setting yang HOLISTIK......
untuk teman teman dari berbagai kampus kami ucapkan SELAMAT DAN SUKSES SELALU........buat teman di kelompok 3 jangan menyerah walaupun puzzlenya gak selesai tersusun.......hhhaaaaaaaa...haaaaaa...haaaaa
Salam Holistik
KERJA KERAS
KERJA CERDAS
KERJA IKHLAS
SUKSES
Kamis, 26 Februari 2009
Menyisir Tapak Kenangan
Diposkan oleh
Andi Takdir

Laa yukallifullahu nafsan illa wus aha……..
(Suara syekh musyari Rasyid dari kaset murottal terdengar jelas mengalun indah disubuh hari)
….wuhhhh nih pasti uda jam 03.30 sesuai jadwal untuk untuk membangunkan anak-anak shalat lail . rasa ngantuk seakan tak mampu aku lawan ditambah dengan dinginnya angin di subuh hari, maklum disekolah saya ini dekat laut serta dekat gunung seruh kan selain makan angin laut yaaaa pasti nikmati angin gunung juga. Untuk menghilangkan rasa ngantuk aku pun membolak balik posisi badanku ehh kata ustadzku lho klau bangun itu badan dimiringkan ke kiri begitu pula sebaliknya ketika hendak tidur yang didahulukan posisi badan sebelah kanan entah apa gunananya tapi itu pasti mempunyai hikmah yaaaa mungkin hari ini ana belum tahu tapi suatau waktu kan terungkap jua.
Dibelakang sana terdengar suara gaduh anak-anak menimbah air disumur, sumrnya ini besar lho tidak seperti sumur-sumur yang biasa kita lihat dikampung, bisa berjejer puluhan anak-anak dipinggirannya untuk menimba bersamaan sekaligus besar kan…dalamnya sih gak terlalu namun airnya cukup banyak walaupun juga kadang kering ketika musim kemarau dating. Semuanya terdengar jelas dari dalam kamar karena kebetulan kamar tepat beberapa meter dari sumur……dengan rasa malas yang masih diselimuti rasa ngantuk dan dingin aku bangun meraih sikat gigi dan pastanya di lemar-basuhan pertama seakan membuatku fresh seketika dan memberiku kekuatan baru sebuah nikmat besar yang Allah berikan ke hamba-Nya
Setelah bermunajah penuh pada Sang khalik kuraih muhsaf yang senantiasa berada di atas lemari, untuk mengulang hafalan dan menambahnya persiapan untuk mengolo (menyampaikan sama ustadz) di tahun pertama pengabdianku ini aku menghadapkan hafalan sama beliau (beliau) tepatnya setelah sholat magrib dirumah beliau. Setelah membaca beberapa lembar, dengan tak sengaja aku melihat jadwal pelajaran yang harus aku ajarkan pagi ini….wahhh aku belum punya I’dad (materi persiapan untuk ngajar) ini nih merupakan kelebihan bagi kami di sekolah ini untuk seorang guru yang ingin mengajar harus membuat I’dad karena ini akan diperiksa sewaktu-waktu oleh atasan. Sebuah pembelajaran berharga yang mungkin tidak akan pernah ana dapatkan samanya. Hari rabu jam ke II pelajaran Bahasa Inggris Kelas V….sebenarnya sih pelajarannya gak terlalu rumit namun cara penyampaiannya sama anak-anak perlu memiliki trik tersendiri.
Aktivitas mengajar dan membimbing anak-anak merupakan angugrah besar bagiku. Masuk mengajar seakan membuka pintu hati ini akan pentingnya generasi penerus yang memiliki knowledge yang mampu mereka terapkan ketika berada di tengah masyarakat…..ditempat ini merupakan tempat untuk menempah kepribadian, belajar tuk saling berbagi, memahami teman, merasakan sedih bersama, tertawa bersama.
bersambung.......
Ditulis di Makassar 26 februari 2009
(mengenang tahun pertama Pengabdianku at My BeLoved Campus “Darul Huffadh)
Rabu, 18 Februari 2009
Jubah Malam
Diposkan oleh
Andi Takdir

Malam........
Jubah alam tuk hamba-Mu
Tempat rehat hamba-Mu
Tafakkur alam akan besar-Mu
Tasbih alam untuk-Mu
Malam........
Kau tabur berjuta keindahan
Kau hadirkan kilauan jagat-Mu
Kau tanda kesetiaan pada-nya
Dalam vase perubahan
Malam.......
Sujud hamba pada-Nya
Munajat manusia penuh harapan
Untaian tasbih mengirimu
Hingga fajar datang menyingsing
Langgan:
Entri (Atom)










